Thursday, 13 December 2018

KENAPA SUKA SAMA VIA VALLEN, SIH?




"Sayang .... opo kowe krungu ... jerite atiku ... mengharap engkau kembali."

Pasti deh, kalian sering denger penggalan lagu di atas. Liriknya memang menggunakan bahasa Jawa. Tapi ... yang suka dengan musiknya bukan hanya orang Jawa lho.

Sejak lagu 'Sayang' mulai viral, nama Via Vallen pun makin dikenal. Wanita kelahiran Surabaya, 01 Oktober 1991 ini memang memiliki pesona tersendiri yang membuat dirinya disukai para Vyanisty. Tak terkecuali diriku ini. Eaaa (Nulis sambil malu-malu nutupin bibir)

Tak sedikit teman-teman yang tanya, "Fi, kok suka banget sama Via Vallen? Dangdut itu apa bagusnya, sih?"

Terus, aku hanya menjawab dalam hati, "Wong dangdut kui musik asli Indonesia kok."

Jujur, waktu kecil, aku kurang terlalu suka dengan musik dangdut. 

Dulu, aku cenderung menyukai lagu-lagu nasional dan juga salawatan. Itu disebabkan karena ketika SD, sekolahku mewajibkan siswanya untuk menghafal lagu nasional. Mulai dari Indonesia Raya, Hari Merdeka, Satu Nusa Satu Bangsa, Gugur Bunga, hingga lagu-lagu daerah di Indonesia. 

Aku dulu juga terpilih menjadi vokalis grup banjari di sekolah. Jadi, mau nggak mau, beberapa lagu salawatan harus dihafalkan. 

Baiklah, itu ketika di sekolah. Kalau di rumah gimana?

Sebenarnya aku berharap agar bisa menghafal lagu-lagu yang ditugaskan sekolah ketika di rumah. Tapi, sayangnya, itu hanya harapan belaka.

Orang di rumah (keluarga dan para tetangga), sering memutar lagu dangdut dengan volume yang sangat kencang. Ini membuatku 'diam-diam' menyukai lagu yang mereka putar.

Zaman SD dulu, masih zamannya Trio Macan. Dimanapun rumah yang kumasuki, pasti musik yang mereka putar adalah Trio Macan. Perlu kalian tahu, Trio Macan ini adalah grup vokal dangdut yang berasal dari Jombang Jawa Timur. (Boleh sombong, dong?)

Beberapa tahun kemudian, Trio Macan makin dikenal di Indonesia. Banyak sekali masyarakat Indonesia yang kemudian berlomba-lomba mengklaim dirinya sebagai fans Trio Macan. Dalam hati, aku hanya bisa tertawa, "Hmm ... ternyata kalian jadul. Aku sudah kenal Trio Macan dari dulu. Huahahaha."

Makin tahun, penyanyi baru mulai bermunculan. Salah satunya adalah Via Vallen. Penyanyi bernama asli Maulidia Octavia ini memang memiliki keunikan tersendiri. Setiap dia bernyanyi, orang-orang bakal bisa nebak, "Oh ... ini pasti Via Vallen yang nyanyi, deh." 

Iya apa enggak, sih? Kalau aku sih, iya. Karena suara Via ini enak didengar dan nggak gampang bikin bosen.

Dulunya, aku hanya sebatas suka dengan Via Vallen ini. Tapi sekarang, ketika di Bogor, aku sering gelisah dalam hati, "Duh ... kok jadi gini ya hidupku? Sepi banget. Nggak ada tetangga yang muter lagu dangdut. Ada apa dengan hidupku ini?" 

Kelihatannya lebay banget, sih. Tapi emang kenyataannya kayak gitu. 

Akhirnya, ketika di asrama, aku sering muter lagunya Via Vallen. Hasilnya, mau nggak mau, teman-teman ikutan suka dengan Via Vallen. Awalnya memang mereka banyak yang bilang, "Apaan sih ini, Fi? Kita nggak faham artinya."

Bagiku, Via Vallen ini obat ketika aku sedang rindu dengan kampung halaman. 

Pas nama dia melambung tinggi, lagi-lagi aku tertawa, "Hmm ... orang-orang ternyata jadul. Baru kenal Via Vallen sekarang. Berarti aku lebih gaul, dong. Udah kenal dari dulu. Huahaha."

Aku menyukai kisah perjalanan penyanyi dari Jawa Timur yang satu ini. Dalam sebuah acara, dia pernah bercerita bahwa ketika SD, Via hanyalah pengamen jalanan. Bersama dua adiknya yang masih kecil, dia pernah ditangkap oleh Satpol PP. 

"Nggak menyedihkan, sih. Tapi terharu aja kalau inget kisah waktu kecil," ucap Via.


Sudah, itu saja ya. Tujuan dibuatnya tulisan ini adalah untuk menjawab pertanyaan teman-teman semua.

"Kenapa sih kok suka sama Via Vallen?"

Jadi jawabannya adalah:
1. Via Vallen berasal dari Jawa Timur.
2. Ketika mendengarkan Via Vallen, suasana kampung halaman makin terasa.
3. Kisah perjalanan Via Vallen begitu luar biasa.

Tamat. Jangan ada yang nanya-nanya lagi ya :)

Sunday, 11 November 2018

INDONESIA, SURGANYA PARA SANTRI DARI DALAM DAN LUAR NEGERI



Sebagai negara dengan jumlah pemeluk Islam terbanyak di dunia, Indonesia sudah tentu menjadi sorotan  bagi negara-negara muslim lainnya. Mereka berlomba dalam mempelajari sistem kehidupan yang ada di nusantara ini. Terutama nilai toleransi yang begitu dijunjung tinggi. 

Beberapa Muslim dari negara lain bahkan memilih tinggal di Indonesia karena bagi mereka, di negaranya sendiri keamanan terhadap pemeluk Islam kurang terjamin. Selain itu, mereka juga memilih untuk memperdalam ilmu agama karena dinggap Islam di Indonesia sesuai dengan harapan, yakni ramah dan penuh kedamaian.

Di zaman now banyak pesantren di Indonesia yang relatif modern telah menerima santri tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Seperti pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, pesantren ini telah menerima santri asing yang berasal dari Khazakhstan, China, Malaysia, dan Thailand.

Pondok Pesantren al-Khoirot Malang juga telah menerima santri asing atau pelajar internasional dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand (Pathani), bahkan Arab Saudi. Dalam website resminya, pesantren ini menyebutkan bahwa hal yang paling perlu diperhatikan, santri yang ingin belajar lebih dari satu bulan harus mengajukan permohonan visa pelajar atau izin tinggal sementara ke kedutaan atau konsulat Indonesia terdekat.

Pesantren sudah saatnya membuka diri untuk siap menerima para santri dari luar negeri. Meski hal ini membutuhkan persiapan yang matang, terutama  dari sisi sumber daya manusia di sejumlah pesantren. 

Dalam acara 'Seminar Hasil Penelitian Santri Asing di Pesantren' yang diadakan di Hotel Shahira Bogor beberapa saat lalu, Puslitbang Pendidikan Agama Kementerian Agama menyebutkan bahwa pada tahun 2018 ini, jumlah santri luar negeri di Indonesia meningkat. 

Dari 14 pesantren yang mereka teliti, tercatat sedikitnya ada 1.587 santri luar negeri yang belajar di pesantren Indonesia. Jumlah itu meningkat tajam jika dibandingkan dengan hasil penelitian pada tahun 2014, yakni 1.300 santri dari 116 pesantren yang diteliti.

Motivasi belajar mereka pun beragam. Mulai dari kesamaan paham keagamaan aswaja; pendalaman ilmu pesantren Indonesia yang bagus untuk perbaikan umat; dorongan semangat tabligh yang tinggi; hingga adanya komunitas NU, Muhammadiyah, LDII, dan ormas lainnya yang tersebar di negara mereka.

Realitas banyaknya santri asing yang belajar di Pesantren Indonesia, pastinya menjadi kebanggaan juga PR besar bagi pihak pemerintah dan pesantren dalam memberikan layanan terhadap mereka. Sebab, tak sedikit santri asing yang kurang mendapat perhatian khusus baik dari pesantren maupun pemerintah. Mulai dari perlakuan dalam komunikasi hingga administrasi.

Kehadiran santri asing di pesantren Indonesia, merupakan tanda yang sangat baik, karena ini berarti negara Indonesia dipercaya dengan baik oleh pihak luar negeri untuk dijadikan tempat menimba ilmu. Untuk model tafaquh fiddin/pendalaman agama di pesantren, Indonesia adalah model terbaik di dunia ini, tidak hanya bagi santri dalam negeri, tapi luar negeri.


Friday, 9 November 2018

Rokok Membunuhku? Kurasa Tidak! Dia Justru Menghidupiku

Klikdokter


Rokok membunuhku? Kurasa tidak! Dia justru menghidupiku.

Sudah lama aku bersahabat dengan rokok. Aku dan rokok sudah seperti bumi dan langit. Walau berbeda, tapi saling melengkapi. Hidupku terasa hambar tanpa dia.

Ketika semua orang menggembor-gemborkan slogan "Merokok membunumu!", aku merasa akan kehilangan separuh hidupku. 

Rokok memang mengandung nikotin, tapi aku suka. Rokok memang merusak udara, namun aku bahagia.

Entah, aku belum berpikir tentang nasibku ketika rokok benar-benar ditiadakan dari bumi ini. Mungkin, tubuhku akan melemah. Ya, benar, ketika semua orang berkata hidupnya semakin hancur karena rokok, aku mengatakan hidupku akan semakin hancur tanpa rokok.

Aku bukan perokok, tapi rokok telah menghidupi keluargaku.


***
Bogor, 09 November 2018.
Seorang penjual rokok yang sedang melamun.

Tuesday, 6 November 2018

JANGAN TIDUR PAGI, ITU BERAT! KAMU NGGAK AKAN KUAT, BIAR SETAN SAJA

In frame : Amtoni Arifudin

Kita semua tentunya tahu bahwa pagi adalah waktu yang memiliki banyak keberkahan. Ada sebuah sumber yang mengatakan bahwa, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” 
Subhanallah!

Rasulullah saw. bahkan berdoa kepada Allah agar umatnya senantiasa diberikan keberkahan di pagi hari, 

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Jika sudah demikian, mana mungkin kita bisa mendustakan keberkahan yang ada di pagi hari?

Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan di pagi hari?

1. Berzikir
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, zikir artinya adalah puji-pujian kepada Allah yang diucapkan berulang-ulang. Sedangkan dalam bahasa Arab sendiri, zikir berasal dari kata yazkuru-zakara-tazkara yang memiliki arti menyebut, mengucap, menuturkan.

Salah satu berkah dari berzikir adalah bisa melunakkan hati manusia. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah kutipan hadis,

“Dzikir kepada Allah akan membasahi hati dan melunakkannya. Sebaliknya jika hati kosong dari dzikir, ia akan menjadi panas oleh dorongan nafsu dan api syahwat sehingga menjadi hati yang kosong dan keras. Anggota badannya sulit (menolak) untuk diajak taat kepada Allah.” (HR at-Turmudzi)

2. Tilawah dan menghafal quran.
Pagi adalah waktu yang paling tepat bagi para penghafal quran untuk menghafal atau bermurajaah. Udara pagi yang segar membuat ingatan kita juga lebih segar. 

3. Salat duha atau syuruk.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa, 'Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh'. Sedangkan salat duha sendiri, senilai dengan 360 sedekah.

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

4. Menghindari tidur pagi.
Bukan rahasia umum lagi jika udara pagi hari sangat baik bagi kesehatan tubuh. Itulah sebabnya banyak orang yang memanfaatkan waktu ini untuk olahraga atau aktivitas lainnya.

Maka sangat rugi bagi mereka yang menyia-nyiakan waktu ini, apalagi untuk tidur. Kecuali jika memang sedang dalam keadaan sakit. Sebab, tidur di pagi hari merupakan salah satu hal yang menyebabkan orang masuk dalam kategori fakir menurut kitab Ta'limul Muta'allim. Selain itu juga, tidur di pagi hari banyak memberi dampak negatif bagi kesehatan seperti, diabetes, obesitas, sakit kepala, depresi, dan lain sebagainya.

Sejauh ini, cara yang paling ampuh untuk mengatasi rasa kantuk adalah dengan berwudu. Ketika wajah terkena basuhan air wudu, maka setan yang diciptakan oleh Allah dari api akan hilang. Semangat pagi akan bangkit kembali. Berkah pagi, tidak akan jauh dari diri. 

Insyaallah.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Saturday, 3 November 2018

CARA POSTING GAMBAR INSTAGRAM MELALUI PC

Straatosphere

Instagram merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh orang Indonesia. Indonesia menempati urutan ketiga negara terbanyak yang menggunakan media sosial instagram dengan total 57 juta pengguna (data Januari 2018 versi We Are Sosial).

Sebagai salah satu media sosial paling tren saat ini, Instagram tak pernah berhenti membuat fitur-fitur baru. Mulai dari video story, question, aplikasi belanja di stories, IG TV, hingga yang terbaru saat ini adalah video chat. Wow!


Nah, bagi Anda yang sering berurusan dengan komputer atau laptop dalam kegiatan sehari-hari,  ada baiknya Anda coba trik untuk upload gambar ke instagram berikut ini. Tanpa software tambahan apapun dan yang paling penting adalah gratis.

1. Login ke akun instagram Anda.

Langkah ini cukup mudah. Sama seperti di gawai. Hanya perlu memasukkan username dan sandi.

2. Gunakan Inspect Element.

Langkah yang kedua ini tidak terlalu susah juga. Anda hanya perlu klik kanan pada bagian yang kosong, lalu pilih 'Inspect'. Bisa juga dengan tekan Ctrl+Shift+I.

Jika sudah, maka tampilan instagram PC Anda akan berubah menjadi seperti di bawah ini. Bagian kanan akan dipenuhi dengan kode-kode, sedangkan bagian kiri merupakan tampilan instagram Anda dengan ukuran yang lebih kecil.

3. Pilih jenis gawai sesuai keinginan.

Jika sudah pilih, silakan refresh atau reload halaman tersbut.

4. Posting gambar anda.

5. Pilih gambar yang ingin diposting.

Langkah terakhir ini sama seperti saat ingin posting gambar melalui handphone. Setelah memilih gambar, Anda hanya perlu tekan 'Next' atau 'Selanjutnya'.

6. Buat caption.

Masih ada satu langkah lagi, yakni buat caption. Buat kata-kata semenarik mungkin agar semua orang suka dengan postingan Anda. Selanjutnya tekan 'Share'.


Nah, sangat mudah, bukan? Selamat mencoba.

Wednesday, 24 October 2018

Empat Kunci Sukses Versi Ustad di Rumah Muda

dokumen pribadi


Beberapa waktu yang lalu, di suatu sore yang gelap, aku bersama santri Rumah Muda lain datang menuju kediaman guru tahfidz kami. Seperti biasa, setelah menghafal, ada banyak sekali nasihat yang kami terima untuk kesuksesan di masa depan.

Kali ini nasihat dari Ustad Adhli kami beri judul "Empat Kunci Sukses Versi Ustad di Rumah Muda".

1. Konsistenlah dalam Menebar Manfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).

Dalam segala bentuk penciptaan Allah kepada manusia, selalu saja diberikan kelebihan yang tak terduga pada setiap wujud dan perilakunya. Maka berikanlah manfaat sekecil apapun kepada manusia lain.

Setidaknya kita akan mendapat balasan dari yang kita beri manfaat. 

2. Selalu Siap Menerima Teguran.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu, Allah menyediakan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang atau sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imran: 133-134).

Sudah jelas bahwa pasti setiap manusia akan melakukan kesalahan, termasuk Nabi. Maka Allah menyuruh mereka yang bersalah untuk memohon ampunan. Secara langsung atau tidak langsung, Allah akan memberi teguran dan peringatan kepada mereka. Hanya saja, manusia tidak tahu-menahu kapan dan dimana teguran itu akan diterima. 

Maka ketika berbuat salah, orang lain-lah yang akan menegur kita. Dengan menerima teguran itu dan berusaha memperbaiki, maka itu artinya kita telah bertaubat atas sebuah kesalahan.

3. Jaga Sholat Lima Waktu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »


“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)

4. Jangan Putus Menuntut Ilmu

اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

Dari dalil tersebut sudah sangat jelas bahwa dari lahir hingga meninggal, kita diperintahkan untuk menuntut ilmu. Maka jika ingin sukses dunia dan akhirat, tuntutlah ilmu dengan benar.

Menuntut ilmu tidak boleh sembarangan. Bukan facebook, Youtube, Instagram, atau media sosial lain yang bisa membuat kita pintar, tapi guru atau ustad. Untuk mencari guru atas ustad sendiri harus tahu apakah dia bersambung keilmuannya kepada Nabi Muhammad atau tidak. 

Sebab bisa jadi sia-sia jika kita berguru, tapi tidak tahu sanad keilmuannya.


Sekian.
Teruntuk Ustad Adhli, selamat melanjutkan pendidikan di Maroko. Semoga mendapat ilmu yang barokah. Aamiin.

---oooOOOooo--

Thursday, 18 October 2018

GUNUNG GEDE, GUNUNG TERAMAI YANG PERNAH KUDATANGI


Suatu pagi yang pagi banget, aku sudah mandi dan pakai pakaian rapi. Tumben pagi, Fi? Eitss jangan salah, ada empat orang di rumah yang nyalain alarm biar bisa bangun pagi. Apalagi, aku emang berniat mau pergi ke Sukabumi buat mendaki ke Gunung Gede.

Jadi ceritanya, di awal Agustus kemarin aku ikut rombongan salah satu komunitas pendaki gunung yang ada di Bogor. Namanya Sahabat Alam Indonesia (SAI).

Jujur sih, awalnya aku canggung berkomunikasi dengan mereka. Apalagi logat berbicara kami jauh berbeda. Aku dengan logat medok Jawa lokal, sedang mereka dengan logat Sunda Bogor yang kental.

Sebelum berangkat, aku persiapkan dulu peralatan wajib untuk mendaki.
  • Tas/carrier
  • Air mineral
  • Sepatu
  • Lampu kepala
  • Jaket
  • Sarung tangan dan kaos kaki
  • Masker
  • Jas hujan
  • Konsumsi seperlunya
setidaknya peralatan dasar itu yang harus dibawa ketika mendaki gunung. Jaket, masker, sarung tangan, dan kaos kaki, merupakan alat pelindung dari hawa dingin yang kadang diabaikan oleh para pendaki. Padahal peran mereka justru yang paling penting.

Kami berangkat bada Ashar dari terminal Baranangsiang Bogor. Sebenarnya niat awalnya adalah naik kereta api. Sayangnya kami kehabisan tiket. Jadi kami putuskan untuk sewa mobil.

Perjalanan dari Bogor ke Sukabumi dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam. 

Ada tiga jalur yang bisa dipilih oleh para pendaki untuk naik ke puncak Gunung Gede. Jalur teramai adalah via Cibodas. Hanya saja, Cibodas memiliki jalur yang cukup panjang. Jika ingin yang lebih pendek, bisa pilih via Putri. Namun, jalur ini lebih menanjak. Sedangkan jalur yang ketiga adalah via Selabintana. Jalur Selabintana jauh lebih panjang dari Cibodas maupun Putri. Kebetulan rombongan kami memilih via Selabintana.

Untuk saat ini, pendaftaran ke Gunung Gede harus dilakukan jauh hari sebelum dimulai pendakian. Sebab, pendaki yang datang makin lama makin banyak. Maka pihak pengelola harus memberi kuota setiap harinya.

Ada biaya Rp25.000 yang dibebankan kepada tiap pendaki sebagai ganti surat kesehatan. Selain itu, ada juga biaya tiket masuk sebesar Rp35.000. Jadi, biaya minimal yang harus disiapkan untuk mendaki ke Gunung Gede via Selabintana adalah Rp60.000. Itu pun belum termasuk transportasi. Jika beruntung mendapat tumpangan, maka transportasi sudah tak perlu dipikirkan lagi. 

Pukul 11.00 WIB, aku bersama 13 teman lainnya dari SAI memulai pendakian. Pertama diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh ketua regu. Kami memanggilnya Bang Doet. Perlu kalian tahu, Bang Doet ini sudah melakukan pendakian puluhan kali. Ke Gunung Gede saja, katanya sudah 16 kali.

Kesan yang kudapatkan ketika melewati jalur Selabintana adalah:
  • Seram
  • Sepi
  • Terjal
Maka seharusnya, bagi pendaki pemula sepertiku, jalur ini sangat tidak disarankan. Hanya ada sedikit pendaki yang kami temui selama perjalanan.



Sepanjang perjalanan, kami tidak menemukan adanya sumber air. Atau, bisa jadi ada, tapi kami melewatinya. Sebab, kami baru menemukannya setelah melakukan 14 jam perjalanan. Itu pun, untuk mendapatkannya, kami harus turun melewati bebatuan yang licin. Apalagi, itu malam hari!

Salah satu yang kusenangi ketika naik gunung adalah 'nilai kebersamaan' yang jarang sekali bisa didapat di tempat lain. Ketika naik gunung, aku bisa lebih cepat mengenali karakter orang sekalipun baru kukenal.

Rombongan kami bertemu dengan rombongan lain yang berjumlah empat orang. Mereka kemudian memutuskan untuk bergabung bersama kami sepanjang perjalanan.

Setelah 16 jam perjalanan, atau sekitar pukul 3 pagi, akhirnya kami sampai di Savana Surya Kencana (biasa disebut Surken). Kami memutuskan untuk mendirikan tenda di sana. Surken merupakan tempat yang paling nyaman untuk mendirikan tenda selama melakukan pendakian ke Gunung Gede. Di Surken juga sangat ramai pendaki. Apalagi, Surken merupakan titik pertemuan jalur Cibodas, Putri, dan Selabintana.



Aku setenda dengan Adang dan Dahlan. Sedangkan yang lain mencari pasangan sendiri-sendiri.

Tidur di alam bebas tak seburuk apa yang ada di bayangan setiap orang. Justru ketika tidur di alam bebas, ada kenikmatan sendiri yang tak bisa didapatkan ketika tidur di kasur yang empuk.


Surken itu istimewa. Berbeda dengan savana yang pernah kutemui di gunung-gunung lainnya. Surken merupakan surga bagi bunga-bunga Edeilweiss. Sejauh mata memandang, bunga langka yang dilindungi ini tertanam dengan indah.

Jarak dari Surken ke puncak hanya satu jam. Mulai dari Surken menuju puncak, kita bisa menjumpai pendaki lain dengan jumlah yang sangat banyak. Ada ratusan pendaki yang mengunjungi Gunung Gede setiap harinya.


Puncak Gunung Gede cukup luas. Di dekat Gunung ini, tampak Gunung Pangrango berdiri dengan kokoh. Tak sedikit para pendaki Gunung Gede melanjutkan perjalanan ke Gunung Pangrango.

Salah satu yang mengecewakanku ketika mendaki Gunung Gede adalah jumlah orang yang sangat banyak. Jumlah pendaki selalu melebihi kuota. Karena bukan hanya tiket kereta dan nonton bola saja yang punya calo, tiket masuk pendakian juga ternyata punya. Karena terlalu banyak pendaki, waktu untuk menikmati keindahan puncak jadi terbatas. 

Bukan hal yang mengherankan jika jumlah pendaki Gunung Gede selalu melebihi kuota. Sebab Gunung Gede merupakan salah satu gunung yang paling dekat dengan daerah Jakarta.

Baiklah, itu saja sedikit pengalamanku ketika mendaki Gunung Gede. Saran saja buat kalian yang ingin berkunjung ke sana, jangan coba lewat jalur Selabintana jika merasa masih pemula seperti diriku.

Tuesday, 9 October 2018

REVIEW FILM: MUNAFIK 2, FILM HOROR YANG SARAT NILAI AKIDAH



Sejak mendengar film Munafik 2 akan tayang di bioskop Indonesia, aku yang merupakan pecinta film horor langsung mencari semua informasi tentang film produksi Malaysia ini. 

Sempat kecewa karena film ini tidak ditayangkan di Bioskop XXI. Namun setelah berhari-hari memutar otak untuk mencari kendaraan, hari Ahad kemarin akhirnya aku bisa ke CGV Lippo Plaza Bogor untuk menonton film yang dibintangi oleh Syamsul Yusof ini.

Munafik 2 diawali dengan mimpi Ust Adam yang terus saja dibayang-bayangi oleh kematian Maria. Suasana kengerian sudah dibangun sejak awal film diputar. Ini berbeda dengan film horor pada umumnya yang terkesan garing dan biasa saja di awal.

Adam berusaha menghidar dari bayangan kematian Maria dengan cara apapun.

Sebagai seorang Ustad, salah satu tugas Adam adalah mengajak seluruh umat untuk mengerjakan kebaikan. Walau begitu, Adam masih terus belajar untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sementara itu, di desa seberang, seorang manusia bernama Abuja mengajak seluruh umat untuk mengikuti ajaran sesatnya. Siapa saja yang menentang dirinya, akan dibunuh dan dibakar hidup-hidup. Bagi wanita akan dijadikan sebagai pemuas nafsu. Abuja menyebarkan kesesatan dengan mengatasnamakan Allah, Alquran, dan Sunnah Rasul. Padahal sebenarnya, dia bekerja sama dengan iblis.

Abuja mungkin adalah sosok Firaun atau Namrud zaman sekarang yang ingin ditampilkan oleh sutradara film.

Puncak cerita mulai terjadi setelah Adam membantu Sakinah yang terus saja dikejar oleh Abuja agar mengikuti ajarannya. Sakinah merupakan anak dari seorang pemuka agama di desanya yang bernama Imam Malik. Baik Sakinah maupun Imam Malik, mereka adalah orang yang menolak keras ajakan Abuja.

Kehidupan Adam mulai dihantui oleh iblis-iblis Abuja. Sihir Abuja terus saja mengelabuhi Adam hingga akhirnya menewaskan orang tersayang bagi Adam.

Sama seperti Munafik 1, jumpscare di Munafik 2 disajikan dengan sangat tepat. Tak ada yang berlebihan. 

Menonton Munafik 2 bisa mengingatkan kita pada perjuangan Rasul dalam menyebarkan kebaikan. Tak ada yang pantas ditakuti kecuali Allah. Walau nyawa taruhannya, selagi benar, Allah pasti akan menunjukkan kuasa-Nya. 

Penilaian untuk film Munafik 2:



Friday, 5 October 2018

PENGALAMAN PERTAMA BERWISATA KE JAKARTA


Pernah nggak sih kalian diajak jalan-jalan sama orang ke tempat yang nggak pernah kalian bayangin?

Kalau pernah, selamat ... bisa jadi anda juga orang yang kampungan sepertiku.

Tepat pada awal Desember 2017 kemarin, salah satu Sekolah Alam di Bogor menghubungiku untuk menjadi pengajar di tempat mereka. Sebelumnya, aku tidak pernah mengirimkan berkas lamaran pada sekolah itu. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba aku mendapat tawaran berharga tersebut.

Beberapa hari setelah mendapat tawaran, aku pun mendatangi sekolah itu. Oleh mereka, aku diwawancarai lama sekali. Ternyata mereka tak keberatan menerima diriku yang hanya lulusan SMA. Bagi mereka, yang terpenting adalah aku bisa dekat dengan anak-anak di sekolah alam tersebut.

Selesai wawancara, kepala sekolah mengajakku keliling untuk melihat keadaan sekolah. Cukup bagus kurasa. Memiliki kolam renang dan taman untuk edukasi siswa. Di tengah perjalanan, beliau mengajakku untuk ikut serta menemani siswa ke Taman Mini Indonesia Indah beberapa hari mendatang.

Ke Jakarta? Ini pasti mimpi! 
Berkali-kali aku meyakinkan diri sendiri kalau ajakan itu hanyalah khayalan. Sejujurnya, aku belum pernah berwisata ke Jakarta. Bahkan, membayangkan saja tak berani. Selama ini, mainku hanya terbatas di sekeliling Jombang, Malang, Surabaya, dan sekitarnya.

Setelah menyadari bahwa itu bukan mimpi, dengan tegas aku menerima ajakan tersebut. Namun kepala sekolah menghimbau agar para guru tak memakai sandal pada acara tersebut.

Sepatu dari mana yang akan aku pakai?
Antara bimbang dan cemas. Aku bahkan ingin membatalkan ajakan kepala sekolah hanya karena tak memiliki sepatu. Padahal, sebenarnya aku sangat ingin turut serta pergi ke Jakarta.

Beruntung, aku tinggal bersama teman-teman yang sangat dermawan. Sepatu mereka kupinjam untuk perjalanan ke TMII.

Hari Minggunya, aku bersama para guru lainnya berkumpul di sekolah. Sebuah mobil berwarna silver sudah menunggu di halaman sekolah.

Oh tidak! Naik mobil? Sudah pasti mabuk ini aku!
Jantung semakin berdetak kencang. Antara takut, malu, dan bingung. Keringat dinginku mulai keluar di setiap bagian tubuh.

Satu per satu siswa mulai memasuki mobil. Aku memilih masuk paling terakhir agar bisa duduk di dekat pintu. Tujuannya supaya bisa membuka kaca jendela. Namun urung, sebab salah satu guru menyuruh agar seluruh kaca mobil dalam keadaan tertutup. Jika dibuka, maka AC tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Oh tidak! Mati aku!!!
Sepanjang perjalanan, aku mencoba menahan pengapnya udara di dalam mobil. Berusaha memejamkan mata, namun kondisi saat itu benar-benar tak nyaman. Perut rasanya seperti diaduk-aduk. 

Beberapa siswa mengajakku berkenalan. Dengan bersikap setenang mungkin, aku berusaha menjawab setiap percakapan mereka. 

Dua jam kemudian, kami sampai di area Taman Mini Indonesia Indah. Sesegera mungkin aku membuka pintu mobil. Aah .... rasanya seperti mimpi bisa merasakan udara segar kembali. Aku kemudian berlari mencari toilet. Semua isi di dalam perut, aku keluarkan. Dengan pandangan yang dipenuhi bintang-bintang, tanganku mencoba membuka kran air guna mencuci muka. Ucapan syukur tak henti-hentinya kupanjatkan.

Aku melihat para guru dan siswa tengah berkumpul untuk mengadakan breefing. Salah satu siswa kulihat berlarian enggan mendengarkan nasihat dari kepala sekolah.  

Tujuan pertama kami adalah melihat miniatur Provinsi Sumatera Barat. Satu guru mendapat tugas untuk memandu satu siswa. Aku mendapat tugas untuk memandu seorang siswa kelas dua bernama Kevin.

Tugasku mengenalkan kepada Kevin nama-nama senjata yang ada di Sumatera Barat, pakaian adat Sumatera Barat, peralatan rumah tangga, dan beberapa yang khas lainnya.

Sumatera Barat memiliki rumah adat yang khas. Berbeda dari yang lain. Saat itu, aku benar-benar merasa sedang berada di kawasan sebenarnya. Di dalam anjungan, dipajang juga beberapa pakaian adat. Tak lupa, pihak TMII juga memperdengarkan musik khas Minang.

Tujuan kedua adalah museum air tawar yang kemudian dilanjutkan ke museum serangga dan kupu-kupu.

Subhanallah ... ikannya besar-besar! Belum pernah aku melihat ikan sebesar itu. Tak hanya ikan, di museum air tawar, ada juga hewan-hewan unik lainnya. Ada hewan yang tubuhnya mirip dengan belut, namun hidungnya seperti babi. Sampai sekarang aku lupa, hewan apa ya itu?

Di museum serangga dan kupu-kupu, aku berasa seperti di film-film dongeng. Kupu-kupa yang jumlahnya sangat banyak terbang bebas di sampingku. Indah sekali.

Aku benar-benar bahagia hari itu. Allah memberiku kesempatan gratis untuk ikut serta berwisata ke Jakarta. Walau memang sifat kampung masih melekat pada diriku.

Pukul tiga sore, kepala sekolah mengakhiri kegiatan kami. Salah seorang guru memimpin doa. Selepas itu, kami kemudian bergantian menuju mobil.

Oh tidak .... naik mobil lagi?

Wednesday, 3 October 2018

5 TIPS AGAR KAMU BETAH TINGGAL DI PESANTREN


Semua orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Bagi pemeluk agama Islam, salah satu cara agar anak menjadi muslim yang baik adalah dengan memasukkannya ke pesantren.

Apakah orangtua kalian juga demikian?

Jika iya, maka simaklah tips-tips berikut agar kamu betah tinggal di pesantren.


1. Carilah banyak teman

Tak sedikit santri-santri pensiun karena ketika di pesantren, mereka kesepian. Akhirnya, mereka memilih pulang dan tak melanjutkan pendidikan di pesantren. Alasannya, ada banyak teman di rumah.

Bagi anak yang susah dalam bergaul, mungkin ini adalah cara yang tidak gampang. Jika demikian, maka cara yang harus dilakukan adalah dengan mendekati santri lain. Mendekat saja. Tidak perlu bercakap-cakap di awal. Jika sudah mendekat, maka jika diam, akan lebih canggung. Lama-lama akan terjadi komunikasi.

Jika sudah memiliki teman, maka bercerita tentang kesedihan di pesantren akan lebih nyaman.

2. Jangan suka menyendiri

Jika sudah memiliki banyak teman, maka jangan suka menyendiri. Sebab, ketika menyendiri, rasa rindu kepada keluarga dan lingkungan rumah akan datang. 

Cari suasana yang bisa menghibur diri.

3. Cari kegiatan positif yang menghibur

Mencari kegiatan positif adalah salah satu cara jitu untuk menghindari ketidahbetahan tinggal di pesantren. Apalagi, jika kegiatan itu menghibur.

Untuk santri putra, biasanya bisa dilakukan dengan bermain futsal tiap sore, ikut kerja bakti, atau ikut bersalawat banjari jika memang ada. Untuk santri putri, bisa dengan berdiskusi bersama santriwati lainnya.

4. Jangan rakus dan boros
Sumber: m2phm

Salah satu penyebab santri dijauhi santri lain adalah karena rakus. Mengambil jatah makan paling banyak sendiri. Apalagi, jika pesantren menyediakan menu yang menggoda.

Selain rakus, sifat boros juga harus dihindari. Beberapa pesantren biasanya memberi jatah bulanan kepada santri. Maka, langkah yang harus dilakukan adalah menghemat pengeluaran. 

5. Membersihkan niat

Tips kelima ini mungkin yang paling susah. Apalagi, jika masuk ke pesantren karena paksaan orangtua. Namun, ini memang harus dilakukan. Sebab jika niat sudah lurus, maka melakukan apapun selama di pesantren akan jadi lebih ikhlas. Tidak ada yang namanya terpaksa. Semua akan berjalan sebagaimana mestinya.


Nah ... tips di atas saya kumpulkan dari berbagai cerita teman-teman santri saya. Semoga bermanfaat.